Skip to content

Hukum OHM

April 12, 2011

BAB I
PENDAHULUAN
Hukum Ohm diambil dari nama ilmuwan yang menemukannya, yaitu George Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825. Prinsip yang ditemukan oleh Ohm yaitu bahwa jumlah arus listrik yang mengalir pada konduktor dalam suatu rangkaian berbanding lurus terhadap tegangan yang melewati-nya, pada temperatur berapapun. Bunyi hukum Ohm yaitu :
1. Besarnya arus listrik yang mengalir sebanding dengan besarnya beda potensial (Tegangan). Untuk sementara tegangan dan beda potensial dianggap sama walau sebenarnya kedua secara konsep berbeda. Secara matematika di tuliskan I ∞ V atau V ∞ I, Untuk menghilangkan kesebandingan ini maka perlu ditambahkan sebuah konstanta yang kemudian di kenal dengan Hambatan (R) sehingga persamaannya menjadi V = I.R. Dimana V adalah tegangan (volt), I adalah kuat arus (A) dan R adalah hambatan (Ohm).
2. Perbandingan antara tegangan dengan kuat arus merupakan suatu bilangan konstan yang disebut hambatan listrik. Secara matematika di tuliskan V/I = R atau dituliskan V = I.R

Fungsi utama hukum Ohm adalah digunakan untuk mengetahui hubungan tegangan dan kuat arus serta dapat digunakan untuk menentukan suatu hambatan beban listrik tanpa menggunakan Ohmmeter.

BAB II
PERCOBAAN HUKUM OHM

A. Dasar Teori
Kuat arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar (hambatan) besarnya sebanding dengan beda potensial (tegangan) antara ujung-ujung penghantar tersebut. Pernyataan tersebut dapat dituliskan:
V ∞ I
atau V = I.R
dimana I= Kuat arus yang mengalir dalam penghantar (Ampere)
V= Beda potensial kedua ujung penghantar (Volt)
R= Tahanan atau hambatan (Ohm)

B. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam pelaksanaan Percobaan Ohm antara lain:
1. Catu Daya
2. Volt meter
3. Amperemeter
4. Resistor
5. Lampu
6. Kabel pengubung
7. Panel hambatan ( PCB )

C. Prosedur Percobaan

Set alat dan bahan percobaan hukum ohm

1. Kuat arus tetap
a. Pasanglah rangkaian listriknya seperti gambar diatas
b. Aurlah saklar dalam posisi terhubung ( ON )
c. Atur potensio pada catu daya sehingga Amperemeter menunjukkan pada Angka tertentu ( I1), catatlah penujukkan pada Amperemeter dan Volmeter serta besarnya resistor yang digunakan
d. Ulangi langkah b-c dengan mengganti resistor.
e. Dengan mengubah nilai Arus menjadi (I2) lakukan langkah b-d.

2. Hambatan tetap.
a. Pasanglah rangkaian listriknya seperti gambar diatas dan beritahukan kepadaAssisten lebih dahulu untuk diperiksa sebelum rangkaian tersebut dihubungkan dengan sumber tegangan.
b. Setelah diperiksa, aturlah saklar dalam posisi terhubung ( ON )
c. Atur ujung Voltmeter pada hambatan dengan nilai tertentu ( R1) dan catatlah besarnya arus dan tegangan.
d. Pada resistor yang sama Anda ulangi untuk Voltase yang berbeda-beda.
e. Ulangi langkah b-d dengan mengganti resistor (R2)

BAB III
KESIMPULAN

Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya.
Nilai tegangan dari suatu penghantar ialah sebanding dengan nilai arus dan nilai arus berbanding terbalik dengan besarnya hambatan pada penghantar tersebut.

SEMOGA BERMANFAAT.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: