Skip to content

Rangkaian DC Hambatan Paralel

April 19, 2011
    BAB I
    PENDAHULUAN

Dalam rangkaian listrik terdapat banyak sekali konfigurasi rangkaian komponen-komponen elektronika, bukan sekedar rangkaian sederhana yang hanya terdiri dari sumber tegangan dan beban, tetapi lebih dari itu. Dua konfigurasi rangkaian yang paling banyak digunakan dalam rangkaian listrik adalah seri dan paralel.
Rangkaian hambatan paralel yaitu rangkaian yang resistornya disusun dengan adanya percabangan sehingga jika salah satu rangkaian hambatan terputus maka rangkaian listriknya tidak akan terputus karena tegangan listrik masih dapat mengalir ke cabang rangkaian yang lainnya. Dalam rangkaian hambatan paralel ini, tetap saja ada cara untuk memutuskan rangkaiannya yaitu dengan memutus semua percabangan dari hambatan sehingga tegangan tidak dapat mengalir lagi melewati rangkaian listrik.

    BAB II
    RANGKAIAN DC HAMBATAN PARALEL

A. Dasar Teori
Rangkaian hambatan paralel adalah rangkaian yang hambatannya disusun dengan adanya percabangan. Rangkaian hambatan tersebut memiliki minimal dua percabangan hambatan, sehingga jika ada salah satu hambatan yang terputus dalam rangkaian tersebut maka tidak akan memutus kesatuan rangkaian hambatan tersebut. Berikut adalah gambar hambatan yang dipasang secara paralel:

Apabila terdapat lebih dari dua percabangan hambatan paralel, dapat diubah dengan rangkaian pengganti paralel (Rp), dengan rumus :
1/Rp = 1/R1+ 1/R2+ …+ 1/Rn
Atau jika hanya ada dua percabangan, dapat dihitung dengan :
Rp = (R1 x R2)/(R1+R2)

Dalam rangkaian tersebut arus pengganti paralelnya (Ip) adalah jumlah dari arus di setiap percabangan hambatannya.
Ip = I1 + I2 + ... + In

Sedangkan tegangan di setiap percabangan adalah sama dengan tegangan pengganti paralelnya (Vp).
Vp = V1 = V2 = ... = Vn

B. Alat dan Bahan
1. Catu daya
2. Kabel
3. Voltmeter
4. Amperemeter
5. Resistor

C. Prosedur Percobaan
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Pasang rangkaian listrik seperti gambar di bawah ini :

3. Tetapkan sumber tegangan sebagai variabel.
4. Alirkan tegangan ke rangkaian.
5. Catat besarnya tegangan.
6. Catat besarnya arus pada tiap hambatan.
7. Ulangi dengan tegangan sumber yang berbeda.

    BAB III
    KESIMPULAN

Hambatan yang dirangkai paralel dan dialiri tegangan, memiliki nilai arus yang berbeda pada tiap hambatan dan tegangan yang sama di tiap hambatan.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: