Skip to content

Rangkaian AC Seri R-R

July 7, 2011
    BAB I
    PENDAHULUAN

Arus bolak-balik ( AC / alternating current ) adalah arus listrik dimana besarnya dan arahnya arus berubah-ubah secara bolak-balik. Berbeda dengan arus searah dimana arah arus yang mengalir tidak berubah-ubah dengan waktu. Bentuk gelombang dari listrik arus bolak-balik biasanya berbentuk gelombang sinusoida, karena ini yang memungkinkan pengaliran energi yang paling efisien.
Resistor pada rangkaian arus bolak-balik (AC ) sederhana secara langsung menahan aliran elektron pada setiap periode waktu, sehingga bentu gelombang tegangan yang melewati resistor akan se-phasa dengan bentuk gelombang arus-nya. Daya resistor tidak pernah bernilai pada posisi negatif, ini menunjukkan bahwa resistor selalu ter-disipasi daya, dimana kelebihan energi dilepaskan dalam bentuk energi panas.
Rangkaian seri pada AC dengan menggunakan resistor saja disebut juga ragkaian resistor murni. Sebagai acuan adalah fasor arus Im dan Vm adalah mendatar karena sudut fasenya sama yaitu . Jadi pada reisistor murni arus dan tegangan adalah sefase. Dan besarnya ialah:
Im=Vm/R atau Vm=Im .R

Jika dalam bentuk fasor,maka:
Resistor Yang Diberi Tegangan AC Akan Teraliri Arus Listrik :
IR = Im . sin ωt
Sesuai dengan Hukum Ohm bahwa Vr = I . R maka tegangannya :
VR = Im . R . sin ωt

Dalam rangkaian arus bolak-balik, baik tegangan maupun kuat arusnya berubah-ubah secara periodik. Oleh sebab itu untuk penggunaan yang praktis diperlukan besaran listrik bolak-balik yang tetap, yaitu harga efektif.
Nilai efektif dari arus yang mengalir ialah:
Ieff=Im/√2
Demikian juga dengan tegangannya maka terdapat nilai tegangan effektif dan nilai tegangan maksimum dengan persamaan :
Veff=Vm/√2
Daya listrik yang terukur pada resistor murni adalah daya efektif :
P = V . I maka Peff = Veff .Ieff

    BAB II
    PERCOBAAN RANGKAIAN AC SERI R-R

A. Tujuan Percobaan
1. Menghitung nilai arus pada rangkaian resistor seri AC dengan mengubah nilai tahanan.
2. Menghitung nilai jatuh tegangan pada tiap hambatan pada rangkaian resistor seri AC dengan tahanan sebagai variabel.

B. Alat dan Komponen
Alat dan komponen yang dibutuhkan untuk percobaan ini antara lain:
1. Catu daya AC
2. Amperemeter
3. Resistor
4. Multimeter
5. Voltmeter
6. Kabel

C. Metode percobaan
Adapun langkah- langkah dalam melakukan percobaan tersebut ialah:
1. Siapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Susun rangkaian seperti pada gambar dengan menggunakan resistor yang ditentukan dan nilai tegangan sumber tertentu.

3. Beri tegangan pada rangkaian.
4. Catat nilai arus pada rangkaian dan nilai tegangan pada tiap tahanan yang digunakan.
5. Ulangi percobaan tersebut dengan mengganti nilai resistor yang digunakan.

    KESIMPULAN

Rangakaian AC pada rangkaian resistor yang dipasang seri akan menghasilkan hasil pengukuran arus dan tegangan yang tidak berbeda jauh dengan rangkaian DC. Nilai tegangan pada tiap tahanan yang digunakan berbeda da arus yang mengalir pada rangkaian adalah sama.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: